Menciptakan Rumah Rapi dan Lega
Interior | Arsitektur | November 11, 2009 at 05:15
Buat skala prioritas bagi benda Anda. Benda yang paling sering Anda gunakan sebaiknya dimasukkan dalam kategori utama. Simpanlah dalam tempat yang batas pandangannya antara pinggang dan mata.
Kategori kedua seperti benda-benda berat simpan di sebatas pinggang ke bawah. Nah, benda lain yang tak terlalu sering keluar, simpan selevel mata ke atas.
Tempat penyimpanan dengan kaca jauh lebih baik agar saat mencari barang lebih mudah. Tapi jangan sembarang meletakkan barang di penyimpanan kaca. Penataan yang sembarangan akan merusak penampilan.
Tentukan pilihan tempat penyimpanan seperti apa yang menjadi tempat bagi benda-benda berharga. Ukur besar ruang yang dapat Anda letakkan benda-benda tadi.
Jangan sekali-sekali memaksa ukuran di tempat yang tidak semestinya. Hal tersebut justru merusak keselarasan ruang. Pikirkan dengan matang, apakah tempat penyimpanan tersebut akan Anda pindah sewaktu-waktu atau memang terpasang kuat di sudut ruang selamanya.
Setelah tempat penyimpanan siap digunakan, pilihlah benda-benda yang sekiranya tidak Anda perlukan lagi. Benda usang dan bisa dibeli lagi dengan mudah, tak perlu Anda simpan.
Jangan pernah, menyimpan benda karena sayang dibuang. Hal tersebut justru akan menambah banyak jumlah benda. Tempat penyimpanan baik besar atau kecil tetap memerlukan perawatan agar tetap tahan lama menyimpan benda.
Lemari pakaian dibuat menempel di dinding agar tak memakan banyak tempat. Selain itu, kesan rapi tetap tercipta. Tak perlu meja untuk perabot pendamping tempat tidur Anda. Letakkan saja kotak berlaci susun tiga yang dapat berfungsi sebagai tempat lampu baca dan aneka benda lainnya.
Kotak kayu yang dicat warna-warni sangat kontras dan bermanfaat menjadi tempat penyimpan mainan anak. Jika ditutup bisa digunakan sebagai meja.
(Tabloid Nova/Syahrindra Sofyan)



Tweet This
Digg This
Save to delicious
Stumble it